Bagaimana Cara Pelesiran dengan Seekor Salmon (Esai Umberto Eco)

umbertoecosalmonMENURUT sejumlah suratkabar, ada dua masalah penting yang melanda dunia modern: invasi komputer, dan kegelisahan berkepanjangan di dunia ketiga. Suratkabar-suratkabar tersebut benar, dan aku tahu itu.

Perjalananku baru-baru ini begitu singkat; sehari di Stockholm dan tiga hari di London. Di Stockholm, memanfaatkan jam bebas, aku membeli salmon asap, satu ekor besar, dengan harga sangat murah. Salmon itu terbungkus plastik, namun aku sudah diberitahu bahwa saat sedang pelesir, sebaiknya aku tetap membiarkan salmon itu dalam keadaan beku. Coba saja.

Asyiknya, di London, penerbitku telah memesankan untukku sebuah hotel mewah, kamar beserta minibar. Namun saat memasuki hotel, aku mendapatkan kesan seolah sedang memasuki kedutaan asing di Peking semasa pemberontakan Boxer.

Seluruh keluarga berkemah di lobi; para pelancong terbungkus selimut tidur di antara koper mereka. Aku bertanya pada petugas hotel, kebanyakan mereka orang India, kecuali sebagian kecil orang Malaya, dan aku diberitahu, baru kemarin, di hotel megah ini, sebuah sistem komputerisasi telah terpasang dan, sebelum semua keruwetan teratasi, sistem tersebut mengalami mogok selama dua jam. Tak tersedia satu pun cara untuk menyatakan mana kamar yang sedang terisi dan mana yang kosong. Aku harus menunggu. Baca lebih lanjut

Secangkir Teh yang Asoy (Esai George Orwell)

george-orwell

Jika Anda mencari bagian ‘teh’ di buku panduan memasak terdekat yang bisa Anda temukan, mungkin bagian tersebut tidak akan disebut; atau kebanyakan dari Anda akan menemukan beberapa deret instruksi yang tidak memberikan arahan bagi sejumlah poin yang justru paling penting.

Ini aneh, bukan hanya karena teh merupakan salah satu penanda peradaban di negeri ini (Inggris), sebagaimana juga di Eire (Kepulauan Irlandia), Australia, dan Selandia Baru, namun juga karena tata laksana pembuatannya tak lepas dari berbagai perdebatan yang keras. Baca lebih lanjut